Text
am Pasir Indonesia: Menakar Masa Depan Indonesia dari Butir Kuasa dan Ketimpangan
Jam Pasir Indonesia: Menakar Masa Depan Indonesia dari Butir Kuasa dan Ketimpangan membahas kondisi Indonesia dengan menggunakan metafora jam pasir untuk menggambarkan perjalanan bangsa yang terus bergerak, tetapi menghadapi persoalan mendasar berupa konsentrasi kekuasaan dan ketimpangan. Buku ini mengajak pembaca melihat kembali bagaimana kekuasaan politik, ekonomi, dan sumber daya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, sementara sebagian besar masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses dan kesempatan. Dengan perspektif tersebut, masa depan Indonesia dibaca bukan hanya dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana kekuasaan dan kesejahteraan didistribusikan.
Pembahasan kemudian menyoroti relasi antara kekuasaan, ekonomi, dan ketimpangan sosial yang membentuk berbagai persoalan Indonesia. Ketimpangan tidak dipandang semata-mata sebagai perbedaan pendapatan, melainkan berkaitan dengan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, sumber daya, kesempatan politik, dan pengambilan keputusan. Buku ini mempertanyakan sejauh mana demokrasi dan pembangunan mampu menghasilkan distribusi manfaat yang lebih luas, sekaligus menunjukkan berbagai tantangan struktural yang dapat menghambat terwujudnya masyarakat yang lebih adil.
Pada akhirnya, Jam Pasir Indonesia merupakan ajakan untuk melakukan refleksi mengenai arah perjalanan Indonesia dan pilihan-pilihan yang menentukan masa depannya. Metafora jam pasir menegaskan bahwa waktu terus berjalan dan kesempatan untuk melakukan perubahan tidak berlangsung tanpa batas. Karena itu, buku ini mendorong pembaca untuk memahami akar ketimpangan dan konsentrasi kekuasaan secara lebih kritis, sekaligus memikirkan bagaimana pembangunan, demokrasi, dan tata kelola negara dapat diarahkan agar menghasilkan keadilan sosial dan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia.
| B11155 | B-Politik JA JA | Tersedia | |
| B11156 | B-Politik JA JA | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain